Alfred Hitchcock, maestro sinema dunia, pernah berkata: “Drama is life with the dull bits cut out.” (Drama adalah kehidupan yang dipangkas dari bagian-bagian membosankan.) Kalimat ini terasa sangat dekat dengan cara kerja Gunawan Satyakusuma, videografer asal Bandung dengan pengalaman panjang di televisi dan dunia dokumentasi. Video-videonya tidak sekadar merekam peristiwa, tetapi menyaring momen —memilih mana yang penting, mana yang perlu dihilangkan—hingga tersusun menjadi cerita yang enak diikuti. Tak jarang penonton merasa: meski durasi video cukup panjang, tahu-tahu sudah selesai. Tidak melelahkan, tidak terasa bertele-tele. Di situlah bekerja sesuatu yang lebih dari teknik: mata cerita . Apa Itu “Mata Cerita”? “Mata cerita” adalah kemampuan melihat dunia bukan hanya sebagai kumpulan gambar, tetapi sebagai alur naratif yang hidup . Mata biasa melihat: orang berjalan di jalan raya. Mata cerita melihat: wide shot → suasana jalan (konteks), medium shot → inter...
Gunawan Satyakusuma, seorang photographer dan videographer profesional, berbagi pengalamannya dalam menangani file foto dan video yang hilang, terhapus, atau corrupt. Bagi para kreator visual, kehilangan file mentah atau hasil akhir bisa menjadi mimpi buruk. Tantangan yang Dihadapi Dalam pekerjaannya, Gunawan sering menghadapi: File RAW atau video proyek yang terhapus secara tidak sengaja. Memory card atau hard drive yang corrupt saat di lapangan. Proyek besar yang harus diserahkan dengan deadline ketat, tapi file penting hilang. Ia menekankan bahwa kecepatan dan strategi recovery sangat krusial agar file bisa diselamatkan. Langkah Recovery yang Dilakukan Berdasarkan pengalaman Gunawan, berikut langkah-langkah yang paling efektif: 1. Jangan Menulis Data Baru Langkah pertama adalah tidak menyimpan file baru di memory card atau hard drive yang kehilangan file, karena bisa menimpa data lama. 2. Cek Tempat Sampah / Recycle Bin Kadang file masih tersimpan di Recycle Bin (Windows) atau ...
Fotografi itu bukan sekadar jepret, edit, lalu upload ke media sosial. Fotografi adalah bahasa . Begitu pula menurut Gunawan Satyakusuma, fotografer asal Bandung yang dikenal dengan ciri khas storytelling-nya. Kalau kamu pemula, ada banyak latihan sederhana supaya fotomu nggak cuma bagus dilihat, tapi juga punya cerita. Yuk, coba 7 latihan berikut ini ! 1. Jangan Asal Jepret, Belajar Melihat Dulu 📸 Duduk di tempat ramai, amati suasana 5–10 menit. Cari detail kecil yang menarik: cahaya jatuh di kursi, senyum anak kecil, atau ekspresi pedagang. Baru deh jepret. 👉 Tips: kadang cerita terbaik muncul dari detail sederhana. 2. Cari “Punctum”: Detail yang Bikin Foto Nyentuh Teori Roland Barthes bilang ada studium (teknis) dan punctum (detail emosional). Fokus pada punctum . 📸 Contoh: bukan hanya foto keluarga kumpul, tapi juga tangan nenek yang menggenggam cucu. 👉 Tips: detail kecil sering lebih kuat dari pose formal. 3. Bikin Photo Essay (Cerita 5–7 Foto) Foto tung...
Comments
Post a Comment